10 Kelebihan OpenOffice.org

Sebagai paket Office yang semakin populer, OpenOffice.org menawarkan sejumlah kelebihan, baik dari sisi lisensi ataupun teknis. Apa saja kelebihan OpenOffice.org dibanding Microsoft Office? Sebagai paket Office yang semakin populer, OpenOffice.org menawarkan sejumlah kelebihan, baik dari sisi lisensi ataupun teknis. Apa saja kelebihan OpenOffice.org dibanding Microsoft Office?

Boleh dikatakan, hampir tidak ada pengguna komputer aktif yang tidak mengenal paket office Microsoft Office. Sebagian pengguna komputer bahkan tidak bisa bekerja produktif tanpa produk tersebut. Sudah bertahun-tahun lamanya, Microsoft Office menguasai pasar. Pengguna semakin termanjakan dan tergantung. Harga lisensi penggunaan MS Office memang cukup berpotensi membuat “jantungan”. Harga satu paket lengkap bahkan bisa lebih mahal dari hardware komputer yang cukup baru.

Sayangnya, sebagian besar pengguna hanya menggunakan fungsionalitas word processing (Word) atau presentation (PowerPoint). Hanya sebagian yang menggunakan spreadsheet (Excel) ataupun database (Access). Dan, hebatnya, dari satu versi ke versi lain, pengguna secara pintar (teknikal ataupun non-teknikal) digiring untuk upgrade dan dalam kurun waktu lama, proses ini berubah menjadi ketergantungan. Untungnya, sekarang kita memiliki salah satu alternatif, yang turut muncul bersama gerakan free/open source software. Nama paket Office tersebut adalah OpenOffice.org, yang juga populer disebut sebagai ooo (atau oo.o) yang dikembangkan oleh Sun Microsystems.

Dari sisi fitur, harus diakui OOo belum bisa dibandingkan dengan Microsoft Office. Namun, sebagian besar pengguna toh hanya membutuhkan sebagian kecil fungsionalitas, yang sudah dipenuhi dengan baik oleh OpenOffice.org. OpenOffice.org datang dengan semua komponen Office yang dibutuhkan untuk bekerja sehari-hari

Selain itu, ooo juga datang dengan berbagai fitur lain, yang bahkan belum bisa disediakan oleh Microsoft Office. Kita akan membahas sepuluh diantaranya :

1. Ketersediaan source code

OpenOffice.org adalah free/open source software. Artinya, source code OpenOffice.org tersedia dan bisa dimanfaatkan dengan sangat fleksibel (sesuai lisensi GNU LGPL). Dari sisi lisensi, ini artinya pengguna tidak perlu mengeluarkan sepeser uangpun untuk membeli lisensi penggunaan. Pengguna mungkin perlu mengeluarkan sedikit uang untuk membeli buku panduan atau media instalasi OpenOffice.org. Lanjut membaca

Tips untuk memulai OpenOffice.org

OpenOffice.org sebagai paket yang berbeda dengan Microsoft Office menggunakan beberapa istilah yang berbeda pula. Sebagai contoh adalah print Preview pada MS-Office yang digantikan dengan Page Preview pada OpenOffice. Atau, apabila MS-Office mempergunakan istilah Format Painter, maka pada OpenOffice adalah Format Paintbrush. Oleh karena itu, apabila fungsi yang sering digunakan tidak dapat ditemukan pada menu-menu OpenOffice, carilah terlebih dahulu nama yang sedikit mirip. Apa bila tidak ada juga, barang kali OpenOffice menyimpannya di dalam submenu lain. Lanjut membaca

Sejarah OpenOffice.org

Sebelum menjadi OpenOffice.org ia merupakan software proprietari suit StarOffice yang dikembangkan oleh StarDivision, sebuah perusahan software Jerman. Kode StarOffice kemudian dibeli Sun Microsystems pada tahun 1999 dan pada bulan Augustus 1999 versi StarOffice 5.2 produk bawaan dari StarDivision saat itu dibebaskan Sun untuk memenuhi kebutuhan publik.

Pada tanggal 19 Juli 2000, Sun Microsystems mengumumkan tersedianya kode sumber (source code) StarOffice untuk dimuat turun (download) dengan ketentuan lisensi LGPL dan lisensi Sun Industry Standards Source License (SISSL) dengan tujuan membentuk komunitas pengembang open source di sekitar software StarOffice. Menyambut hal itu, pada tanggal 13 Oktober 2000 terbentuk proyek yang sampai hari ini dikenal sebagai OpenOffice.org.

Lanjut membaca