Bantuan Rakyat Aceh

Bantuan Rakyat Aceh

Uhh…akhirnya sempat juga untuk menulis, sebenarnya judul di atas adalah kegiatan menyalurkan bantuan untuk Rohingya tgl 21 Februari 09. Tapi karena tidak ada waktu (sok sibuk) en kurang enak body, ya hari ini saya baru bisa posting di blog ini. Walau ini cuma cerita singkat, maklum saya tidak bisa mengarang😀
Hari jumat tgl 20 saya dengan bang fadli berangkat menuju IDI Rayeuk Aceh Timur, sore itu kami di lepas oleh kawan-kawan yang ngopi di SMEA lampineung (saya lupa sapa saja yang hadir waktu itu, maklum udah lama) kami shalat mangrib di indrapuri, kemudian langsung bergerak kembali menembus kegelapan malam bersama motor Vixion bang fadli. Makan malam di saree + shalat isya + kopi panas he.he.he.
Sekitar jam setengah 9 kami melanjutkan lagi perjalanan bersama dingin-a malam, kami tidak ngebut karena helm yang kami pakai kaca-a warna hitam, jadi agak menghalangi pandangan “biar lambat..asal selamat” itu motto kami malam itu😀. Begitu sampai di Beureunun kami beli sarung tangan, karena semakin kedinginan yang tak tertahankan…tapi semangat untuk  bertemu dengan saudara Rohingya tetap berkobar.
Di matang kami singgah sebentar sambil menikmati secangkir Teh hangat, Kami lanjutkan perjalanan dengan tujuan kota berikutnya yaitu Lhokseumawe, kami telah merencanakan perjalanan malam ini hanya sampai Lhokseumawe saja dan kami pun mencari tempat penginapan, busyet!!! mahal juga ne sewa kamar di wisma, macam hotel pula tuch! setelah nego harga dengan penjaga wisma dan kami sepakat, jam setengah 8 harus kluar dengan harga miring he..he..he..” rupanya bang Fadli jago olah juga tuch, tanpa berlama-lama langsung masuk kamar dan membaringkan badan di tempat tidur. Istirahat sejenak lalu bang fadli mandi walau sudah jam 1 malam, memang Aceh pungo tuh orang. Saya langsung membaringkan badan di atas kasur yang empuk itu, sungguh beda dengan kasur palembang ku di kost he..he..he..
Tak terasa sudah pagi hari, kami memang tertidur lelap sampai-sampai tak terasa sudah pagi. Mandi pagi terus check out dari wisma kami langsung cari sarapan, sambil sarapan kami sempat menukarkan uang seribuan dengan yang lebih besar dengan harapan sesampai di Idi Rayuek proses belanjanya tidak memakan waktu lama hanya untuk menghitung recehan yang kami bawa (maaf bukan maksud menghina recehannya).

Perjalan Lhokseumawe ke Idi Rayeuk memakan waktu 1,5 jam dengan jarak tempuh sekitar 150 KM, waktu tempuh ini lumayan cepat kerena perjalan di siang hari dan kondisi jalan yang tidak begitu padat. saya bisa memacu kendaraan sampai 120 KM lebih perjam. Sesampai di Idi Rayeuk kami menuju ke kantor Children Media Center (CMC-Aceh) rupanya NGO itu kawan-kawan bang Fadli smua, saat masih bekerja di Aceh People’s Forum (APF) yang kebetulan CMC merupakan mitra dari APF.

Instirahat Sejenak di kantor CMC (cildren media center)

Instirahat Sejenak di kantor CMC (cildren media center)

Sesampainya disana kami istrirahat sejenak dan langsung menghubungi direkturnya sekaligus kawan bang Fadli untuk berkoordinasi tentang langkah-langkah apa yang harus kami lakukan untuk meyalurkan bantuanya. Lama kami menunggu sang kawan tak muncul-muncul, kami berbincang-bincang dengan staf CMC yang saya kenal tentang pengungsi Rohingya, kami mendapatkan informasi banyak masalah penanganan pengungsi yang menurut meraka masih ada hal-hal yang kurang beres. Saya juga mendapatkan informasi bahwasanya ada satu LSM lokal yang fokus dan menempatkan satu staff nya khusus untuk mengadvokasi pengungsi Rohingya yaitu People Crisis enter (PCC-Aceh). Saya hubungi staff PCC dan dia berjanji dalam waktu 30 menit akan tiba di CMC. Waktu 30 menit bagi kami yang sudah penasaran ingin berjumpa dengan saudara-sudara kami sungguhlah lama. Kami langsung menuju ke kamp penampungan dengan ditemani salah satu staff CMC. Kami mendapatkan ijin masuk ke kamp kerena kebutulan staff CMC tersebut juga salah satu panitia kamp.

Photo barenk

Photo barenk

Kami melihat-lihat sekitar kamp yang tertata rapi lengkap dengan MCK, Dapur umum dan pos kesehatan yang juga dilayani oleh beberapa Ibu-ibu suster,  Ada juga beberapa mahasiswa yang mendampingi di kamp, kami sempat menanyakan asal kampus mereka, dari mulut manis mahasiswi kami tahu kalau meraka berasal dari perguruan Getsampena.
Setelah selesai melihat-lihat kami menjumpai Camat Idi Rayeuk yang sekaligus bertindak sebagai ketua panitia kamp. Saya sempat terkejut dengan tanggapan pak camatnya saat memperkenalkan diri bahwasanya kami datang mengantarkan bantuan Masyarakat Aceh yang disalurkan melalu ABC dan KPLI “Sudah banyak yang bertanya kebutuhan mereka, tapi mana bantuanya? kalau mau bantu jangan ngomong saja tapi langsug saja bawa bantuaan nya” sungguh suatu sikap yang tidak bersahabat dan egois terlebih beliu adalah sorang pimpinan di level kecamatan, ah sudah lah tak usah hiraukan mungkin beliu lagi capek atau apalah. Saya tetap saja menanyakan kebutuhan apa yang mendesak saat ini, pak camat menjawab bawa saja sembako, tapi saya coba menawarkan alternatif lain sesui dengan kesepakantan kawan-kawan ABC yaitu tilam tempat tidur, tapi pak camat menjawab kalau kalian bantu itu sangat bagus tapi harus sejumlah mereka, karena kalau tidak cukup panitia tidak bisa membagikanya, meraka akan berebut. saya diam sejenak dan mohon diri.

iddonk en rohinya

iddonk en rohinya

Kami kembali ke kantor CMC mendikusikan apa yang cocok kami beli dengan uang yang terbatas, dari hasil rembuk maka kami sepakat untuk membeli 4 janis bahan kebutuhan pokok yaitu Kacang hijau (kacang impor dari Myanmar pula tuh), susu, biskuit dan telor. Uang yang sudah setangah rapi kembali kam hitung dibantu oleh relawan CMC dan PCC, setelah selesai kami langsung saja menuju pertokoan Idi Rayeuk untuk membeli bahan makanan yang telah terlist di selembar kertas.
Proses belanja berjalan lancar dan proses pembayaran nya juga hanya memakan waktu sebentar karena recehanya sudah benar-benar capek, bayangkan recehan seribuan sejumlah 3juta lebih plus uang logam en uang-uang lain yang nominalnya 5 juta lebih dihitung satu-satu sama tokenya, tentu makan waktu 1 jam. Untuk kelanjutan kisah-a klik disini soal-a cerita kita sama loh, beda2 tipis aja he..he..